10 September 2010

Infernal

Game yang menjadikan pemainnya sebagai penjahat kembali muncul, hanya saja kali ini dengan tampilan yang spektakuler dan animasi yang sangat realistik.

EtherLight yang menjadi tulang punggung untuk melawan pasukan iblis memecat anggota terbaiknya, Ryan Lennox. Karena telah dipecat dan otomatis kehilangan statusnya, Ryan Lennox juga kehilangan kekuatan istimewa yang biasa menjadi andalannya saat melawan pasukan kegelapan. Setelah beberapa lama menjadi manusia biasa, Ryan mendapat telepon dari seseorang yang tidak diketahuinya, yang memintanya untuk bertemu dengan orang yang menelponnya di suatu pekuburan kuno.

Saat masih binggung dan heran oleh telepon tersebut, tiba-tiba sekelompok orang bersenjata dengan menggunakan atribut lengkap seperti pasukan antiteror dan terlihat sangat terlatih menyerang Ryan dari segala penjuru arah mata angin. Gelombang serangan seperti tidak bisa berhenti, tetapi Ryan berhasil meloloskan diri dan menemui penelponnya di pekuburan tersebut. pada tahap ini ketika dikepung oleh orang-orang bersenjata pemain yang memerankan Ryan Lennox harus berusaha meloloskan diri, hati-hati karena persendiaan peluru hanya terbatas jika peluru habis terpaksa pemain hanya bermodalkan tangan kosong untuk meloloskan diri dari kepungan orang-orang bersenjata.

Sang penelpon misterius itupun tak lain adalah Lucius Black, jika pemain berhasil meloloskan diri dari kepungan orang-orang bersejata maka misi selanjutnya menemui Lucius Black di pekuburan kuno. Lucius Black merupakan pemimpin kelompok Abyss, satuan khsusus berisi orang-orang yang menjadi agen para iblis. Ia menawarkan kekuatan istimewa serta beberapa hal lain ke Ryan Lennox, asalkan dia mau bergabung kedalam kelompok Abyss dan bekerja untuknya.

Pemain sebagai Ryan Lennox dalam game Infernal, pemain akan memasuki sebuah petualangan penuh aksi yang berliku dan dilatarbelakangi sebuah alur cerita yang penuh rahasia dan lumayan rumit demi mencapai sebuah tujuan besar yang bahkan Ryan Lennox sendiri tidak mengetahuinya sejak awal. Maka diperlukan ketelitian dalam membaca setiap tutorial yang diberikan dalam game ini, kurang teliti sedikit maka pemain akan mengalami kesulitan dalam menjalankan misi selanjutnya, bahkan bisa jadi pemain akan mengalami kebuntuan saat akan keluar dari salah satu ruangan jika memang kurang teliti. Betekan kalau lagi asik-asik serunya maen tiba-tiba mengalami kebuntuan, hendak kemana untuk memulai misi selanjutnya.

Animasi yang realistik

Setiap orang yang baru pertama kali memainkan infernal mungkin akan setuju bahwa game infernal merupakan game aksi dengan tampilan 3rd person, sehingga membuat game infernal benar-benar mengesankan. Detail tampilan yang sedemikian tinggi sehingga ternyata membuat game ini tidak menjadi berat dan patah-patah saat dimainkan, bahkan sangat ringan dan lancar dimainkan meski dengan option tampilan dipilih dalam bentuk terbaik sekalipun. Dengan segala macam efek yang terlihat sangat halus dan wajar, kalau ga percaya coba saja raba layar monitornya pasti halus dan keset..!!! ketika melihat tampilan gamenya seperti itu, awalnya gw mengira bahwa game infernal memaksa komputer bekerja ekstra keras sehingga kompensasinya adalah pada tampilan yang tidak menyenangkan alias berat dan patah-patah untuk sebuah game aksi dengan tempo tinggi. Secara.., bete bangatkan maen game dengan tampilan yang berat dan patah-patah.

Tetapi kenyataan yang ada tidak demikian seperti yang gw kira. Sistem tetap berjalan lancar bahkan saat pemain mengaktifkan pilihan audio 3D yang akan memperberat beban komputer sekalipun. Diiringi hentakan suara aksi dengan latar belakang yang terasa sesuai dengan situasi permainan, membuat pemain akan benar-benar menikmati setiap aksi dalam game infernal, terutama pada saat terjadi kontak senjata alias tembak menembak Ryan Lennox dengan musuh. Saran gw bagi yang jantungan sebaiknya tidak menggunakan speaker subwoffer 25 watt, takutnya klop jantungnya mengsol dikit kekiri. Gw aja sering kaget-kagetan ketika memainkan game ini, ketika suasana lagi hening dan dipikiran gw lagi mengingat-ingat tutorial misi selanjutnya tiba-tiba muncul musuh yang disertai dengan rentetan suara tembakan, yang membuat panik dalam keadaan kaget sambil menghindar dari tembakan musuh.

Dari semua hal yang menyenangkan disajikan dalam game tersebut, terlihat ada satu hal yang paling menarik perhatian, yaitu animasi gerakan setiap obyek di layar yang sedemikian realistik dan tidak nampak aneh, terutama pada gerakan karakter manusianya. Hal ini disebabkan akselerator PhysX ternyata benar-benar memberikan efek dalam setiap tampilan animasi, membuat game infernal nampak sedemikian halus dan wajar untuk dimainkan terus menerus. Tampilan terlihat spektakuler untuk sebuah game aksi, apalagi saat Ryan Lennox menggunakan beragam kemampuan istimewanya untuk melewati rintangan yang berusaha menghentikan langkahnya.

Dari segi alur permainan, game ini menawarkan plot cerita kisah yang mungkin terasa aneh dan agak ganjil sekalipun hanya untuk sebuah game fiksi. Karakter utama Ryan Lennox merupakan mantan malaikat yang dipecat dari kesatuan EtherLight yang merupakan pasukan khusus untuk melawan balatentara iblis. Sekalipun latar belakang karakter utamanya seperti hendak mengajak pemain untuk becanda, tetapi cerita permainan yang disuguhkan dalam game ini sangat serius.

Bekerja Untuk kepentingan Jahat

Sekalipun infernal adalah game aksi, ternyata teka-teki menjadi salah satu elemennya yang tak terpisahkan dari alur cerita yang disajikan. Berbagai jenis teka-teki yang diintegrasikan dengan aksi akan dijumpai pemain, sehingga selain harus memutar otak, pemain dituntut untuk melakukannya dengan cepat dan tepat agar teka-teki tersebut dapat terselesaikan. Beberapa teka-teki bahkan berakibat fatal bila tidak terselesaikan.

Karena telah menggunakan gaya tampilan yang sedemikian realistik, game ini tidak lagi memerlukan file movie atau video tersendiri untuk menampilkan alur cerita latar belakang yang mendasari game ini. File movienya merupakan bagian tak terpisahkan dari file-file installnya, sehingga dalam menjalankan file movienya menggunakan engine internal game ini sendiri, infernal menampilkan cutscene yang sama menariknya seperti bila dibuat dalam video tersendiri. Barangkali itu pula yang membuat game ini tidak banyak membutuhkan ruang harddisk meskipun di install secara penuh ke komputer pemain.

Rekomendasi Sistem

PC dengan minimal prosesor pentium/athlon 1,7 GHz (rekomendasi 2,5 GHz atau lebih tinggi dari itu), memori 512 MB (rekomendasi 1 GB atau lebih tinggi dari itu), akselerator mendukung 3D serta Direct X9.0c dan berkemampuan pixel shader 2.0, membutuhkan ruang kosong 2 GB pada HDD, DVD drive, kartu suara yang mendukung Direct X9.0c, keyboard dan mouse ini perlu jika tidak ada maka pemain akan menjadi penonton dalam permainan untuk dibantai, game ini berjalan pada OS 2000/XP/Vista syarat asalkan Direct X terpenuhi.

0 komentar:

Posting Komentar