01 Juni 2012

Kilas Balik EURO 2012 - Spanyol Mencoba Melawan Sejarah

logo euro 2012

TRIBUNNEWS.COM – JAKARTA. PESTA akbar Euro 2012 segera bergulir. Motto-nya adalah "Creating History Together". Bertempat di Polandia dan Ukraina, motto tersebut relevan dengan sejarah baru yang akan diciptakan bersama oleh 16 kontestan Euro 2012 di dua negara yang masuk kawasan Eropa Timur dan Barat tersebut.

Setidaknya ada beberapa negara besar dalam konteks sepakbola yang ingin menciptakan sejarah baru di ajang kompetisi paling akbar di benua biru. Juara bertahan Euro 2008, Spanyol, misalnya yang sangat berambisi mengukir sejarah melawan tradisi.

"Tak seorang pun pernah memenangkan Euro secara beruntun. Begitu juga dengan Piala Dunia. Itulah tujuan besar yang ingin kami capai ke depan, sekarang mari kita lihat apakah kami bisa melakukannya," kata Pelatih Spanyol, Vicente Del Bosque, dilansir UEFA.com.

Spanyol saat ini tengah menikmati masa keemasan sepakbola. Mereka sukses mengawinkan dua gelar bergengsi sepakbola dunia dengan menjuarai Euro 2008 dan Piala Dunia 2010. Peluang mereka untuk mempertahankan gelar Euro sekaligus jadi yang pertama masih sangat terbuka.

Dari sisi teknis, kekuatan skuad La Furia Roja masih sangat utuh dan bahkan mendapatkan tenaga-tenaga segar dengan banyaknya bermunculan talenta-talenta muda dari Negeri Matador tersebut. Konsistensi performa juga masih ditunjukkan Spanyol dengan rekor sempurna selama babak kualifikasi.

Mendapat jatah main di Grup C, Spanyol diprediksi akan mudah melewati fase penyisihan grup. Mereka akan bersaing dengan Italia, Republik Irlandia, dan Kroasia. Tentunya persaingan dengan Italia akan digarisbawahi oleh Spanyol dengan kualitas lawan yang lebih baik dibanding dua rival lainnya.

Jika ada sesuatu yang bisa jadi batu sandungan buat Spanyol adalah kondisi dua penyerang utama, David Villa dan Fernando Torres. Villa mengalami gangguan dengan cedera robek tulang paha saat memperkuat Barcelona dan terancam absen di Polandia-Ukraina.

Sementara Torres yang jadi penentu juara Spanyol lewat gol semata wayangnya ke gawang Jerman di final Euro 2008 lalu, mengalami penurunan performa drastis sejak kepindahannya dari Liverpool ke Chelsea. Torres tidak lagi setajam empat atau tiga tahun lalu.

Jerman, finalis Euro 2008, juga tak kalah ngotot ingin menciptakan sejarah baru. Tercatat sebagai negara tersukses di ajang Euro setelah jadi juara tiga kali pada 1972, 1980, 1996, Jerman ingin memperpanjang rekor juara itu agar tak disalip oleh negara Eropa lain.

Sama halnya dengan Spanyol, Jerman juga memiliki skuad yang sangat mumpuni untuk jadi juara. Bahkan tim racikan Joachim Loew ini memiliki kelebihan dengan banyaknya pemain muda yang sudah berpengalaman di level Piala Dunia. Jerman juga menyapu bersih semua laga babak kualifikasi.

"Rekor 100 persen di babak kualifikasi tidak akan berarti apa-apa karena hanya gelar juara yang akan diingat orang. Kami tidak boleh merasa superior jika ingin menggapai sesuatu," kata Loew.

Stabilitas permainan Jerman juga masih terjaga. Loew mampu menciptakan keseimbangan permainan dengan menggabungkan pemain muda dan tua. Mesut Oezil, Thomas Mueller mewakili generasi muda mampu bersinergi dengan baik bersama generasi tua seperti Miroslav Klose dan Philip Lahm.

Namun demikian, Jerman dipastikan takkan mudah melewati fase penyisihan grup. Hasil undian menempatkan Der Panzer di grup neraka. Mereka bergabung dengan Belanda, Portugal, dan Denmark di Grup B. Laga di grup ini akan jadi sorotan paling panas di ajang Euro 2012 nanti.

Selanjutnya adalah Belanda yang juga ingin mencipatakan sejarah baru. Belanda ingin keluar dari kutukan sebagai tim juara namun tanpa gelar. Beruntungnya Belanda masih punya DNA juara Euro. Tak seperti di Piala Dunia, Belanda tiga kali jadi finalis tapi tak sekalipun juara.

Oranje pernah jadi jawara Euro pada 1988 silam. Sialnya meski memiliki banyak pemain hebat di tiap generasi, Belanda tidak pernah lagi merasakan serunya laga final Euro. Itulah tugas berat yang akan dipikul Bert van Marwijk bersama anak asuhnya di turnamen Euro 2012.

Hampir mirip dengan Belanda, Inggris selalu mengakhiri cerita tragis di kejuaran bergengsi tingkat Eropa. Menjadi kiblat sepakbola dunia dengan gegap gempitanya kompetisi Premier League yang selalu memanas setiap tahun, tim nasional Inggris justru sering melempem di kompetisi mayor antar negara.

The Three Lions hingga saat ini belum pernah mencicipi nikmatnya jadi juara Euro. Prestasi terbaik tim dari negeri Ratu Elizabeth itu hanya jadi terbaik ketiga di ajang Euro 1968 dan semifinalis Euro 1996.

Inggris bergabung dengan Perancis, Swedia, dan Ukraina di babak penyisihan Grup D. Parahnya, persiapan Inggris terganggu dengan pengunduran diri Manajer Fabio Capello. Striker utama Wayne Rooney terkena hukuman dua laga sehingga tak bisa tampil pada dua laga perdana.

Perancis juga jangan dipandang sebelah mata. Timnas Perancis memang terlihat berantakan di Piala Dunia 2010. Tapi juara Euro dua kali pada tahun 1984 dan 2000 ini pelan tapi pasti melakukan renaissance di bawah kepemimpinan Pelatih Laurent Blanc.

Blanc yang tak lain adalah rekan Zinedine Zidane yang sukses mengawinkan gelar Piala Dunia 1998 dan Euro 2000 merasionalkan cara bermain Les Blues yang sebelumnya terlihat tidak karuan. Pelan tapi pasti, Blanc mampu mengeksplor talenta-talenta hebat Perancis seperti Karim Benzema dan Samir Nasri.

"Ini adalah kepuasan besar bisa tampil di final Euro. Mulai sekarang kami akan fokus pada cara kita bermain dan memberi kesempatan lebih banyak kepada main. Akan menarik melihat para pemain kami main bagus di klub karena itu akan berguna buat timnas," ujar Blanc.

Italia juga harus mendapat sorotan tersendiri. Tim Azzurri ingin mengulang sejarah pada 1968 saat mereka jadi juara. Sebagai tim pemegang juara Piala Dunia lima kali, Italia pastinya ingin juga menunjukkan kuasanya di panggung Eropa.

Sejauh ini Italia masih cukup eksis dengan gaya bermain mereka yang khas yakni sepakbola defensif. Ini bisa dilihat dari rekor Italia selama babak kualifikasi. Italia menyapu bersih semua laga penyisihan dengan hanya kebobolan dua gol.

"Saya mencoba untuk menyatukan Italia dengan tidak membagi-bagi pemain. Kami memiliki ide-ide, perasaan dan antusiasme yang sama. Sekarang saatnya untuk fokus pada final Euro. Saya hanya berharap tim akan melanjutkan jalan ini." ujar Pelatih Italia, Cesare Prandelli.

Kuda Hitam

Lalu bagaimana dengan peluang tim-tim kuda hitam? Yunani berada di urutan paling atas sebagai tim kuda hitam. Tim berjulukn Galanolefki itu sangat bersemangat untuk kembali menghadirkan kejuatan sebagaimana yang mereka lakukan di Euro 2004. Saat itu mereka tanpa disangka jadi juara.

Yunani berpeluang lolos dari babak penyisihan grup setelah berkumpul dengan tim-tim lemah di Grup A bersama Polandia, Rusia, dan Republik Ceko. Materi pemain Yunani memang tak begitu meyakinkan, namun kebersamaan serta spirit juara Euro 2004 akan jadi motivasi tersendiri.

Portugal juga masuk dalam jajaran tim yang berpotensi besar meruntuhkan dominasi tim-tim tradisional. Pastinya keberadaan mega bintang dunia Cristiano Ronaldo akan tetap jadi sorotan tajam. Euro akan jadi ajang kesekian buat Ronaldo untuk membuktikan kemampuannya membawa Portugal ke puncak prestasi tertinggi setelah kegalan di Euro 2004 dan Piala Dunia 2010.

Namun jalan Portugal untuk lolos dari babak penyisihan grup dipastikan terjal. Mereka akan bersaing ketat dengan Belanda dan Jerman yang lebih difavortkan jadi wakil Grup B melaju ke babak perempatfinal.

Mampukah Xavi dkk Samai Rekor Jerman?

Sejak 1960, hanya Jerman yang tiga kali meraih juara Piala Eropa. Sedangkan juara bertahan Spanyol masing-masing dua kali, yakni tahun 1964 dan 2008. Perancis juga dua kali menikmati trofi Euro`, yakni pada era Zinedine Zidane (2000) dan tahun 1984. Selebihnya, masing-masing hanya berhasil merebut satu Piala Euro : Yunani, Denmark, Ceko,Belanda, Rusia (Uni Soviet), dan Italia.

Mampukah Xavi Hernandez dkk di tim Spanyol menyamai rekor Jerman di Polandia dan Ukraina? Kita tunggu. Berikut daftar Negara juara Euro dari tahun ke tahun:

  1. Spanyol tahun 2008
  2. Yunani tahun 2004
  3. Perancis tahun 2000
  4. Jerman tahun 1996
  5. Denmark tahun 1992
  6. Belanda tahun 1988
  7. Perancis tahun 1984
  8. Jerman tahun 1980
  9. Ceko tahun 1976
  10. Jerman tahun 1972
  11. Italia tahun 1968
  12. Spanyol tahun 1964
  13. Rusia (Uni Soviet) tahun 1960

Piala Eropa 2012 akan dimulai pada 8 Juni dengan pertandingan antara tuan rumah, Polandia melawan Yunani.Red

0 komentar:

Posting Komentar