08 Juni 2012

WiFi Publik untuk Online Banking!

virus komputer

DIKUTIP DARI BERBAGAI SUMBER - Semakin tinggi teknologi, kian canggih pula efeknya, baik maupun buruk. Satu di antaranya penjahat dunia maya yang mengincar transfer online perbankan yang menggunakan perangkat mobile dan jaringan WiFi umum. Karena data pada kebanyakan perangkat mobile (ponsel, tablet) mudah jatuh ke tangan penjahat cyber. Ini termasuk data login untuk online banking. Pasalnya, jika dibandingkan komputer, kebanyakan perangkat mobile kurang terproteksi terhadap akses tanpa otorisasi. Gampangnya, apakah kamu sudah memasang solusi keamanan di ponsel atau tabletmu?

Belum? Nah tak usah heran. Memang tidak banyak yang sadar bahwa hal itu perlu untuk melindungi diri. Perusahaan anti virus Kaspersky Lab menyebut jika para penjahat cyber bisa melakukan aksinya lewat WiFi publik. Salah satunya adalah data pada perangkat mobile, khususnya ponsel dan tablet, bisa dengan mudah disusupi. Termasuk data login untuk online banking. Lihat saja hasil survei yang digelar Harris Interactive sepanjang Februari – Maret lalu terhadap 9000 pengguna perangkat mobile di AS, Eropa dan Rusia. Terungkap, hanya setengah dari tablet yang ada dan 28% ponsel/smartphone yang diinstali solusi keamanan. Padahal di komputernya, 82% pengguna perangkat mobile itu memasang antivirus. O ya, 53% pengguna ponsel dan 70% pengguna tablet memakai Wi-Fi publik untuk mengakses Internet. Sementara 58% orang yang disurvei untuk komunikasi data mengaku memakai jaringan publik.

Survei itu juga mengungkap kenyataan bahwa solusi keamanan hanya ter-install pada setengah dari tablet, seperempat ponsel atau smartphone. Padahal 82 persen pengguna perangkat mobile memiliki software antivirus di komputer dan laptop mereka.

Yang mengkhawatirkan, perangkat mobile umumnya kurang terproteksi atas akses tanpa otorisasi dari perangkat lain, dibanding komputer. Data dari survei tersebut menyatakan kalau solusi keamanan hanya terinstal pada setengah dari populasi tablet dan kurang dari seperempat populasi ponsel.

Nah, meski survei ini dilakukan bukan di Indonesia, tak ada salahnya para pemakai WiFi di area umum waspada akan cyber crime. Bagaimana pun, mencegah lebih baik dari mengobati.

Baca Ini Juga

0 komentar:

Posting Komentar